Jakarta, Kabar simpang siur terbunuhnya gembong teroris Dulmatin membuat sejumlah pihak bingung. Setelah dilakukan pengecekan tes DNA, baru diketahui jenazah di ruko Multiplus adalah Dulmatin.
“Pukul 10.00 WIB tadi pagi sudah bisa ditentukan dan sudah kami lapor ke Presiden saat berpidato di Canberra, Australia, dan wapres bahwa jenazah di Pamulang adalah Dulmatin alias Yahya Isbrahim alias Joko Pitono,” kata Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Rabu (10/3/2010).
Dia menjelaskan, hasil tersebut dapat dipertanggung jawabkan secara profesional. “Dengan perbandingan 1 berbanding 100 miliar,” tandasnya.
Sementara itu, Pria yang kerap disapa BHD ini menambahkan dua orang yang tertembak di Gang Asem adalah dua pengawal Dulmatin.
“Mereka adalag Ridwan dan Hasan Nur, mereka adalah pengawal dari Dulmatin,” tandasnya.
“Tentunya rangkaian kegiatan yang sedang kami lakukan belum selesai. Pada kesempatan ini saya selaku Kepala Kepolisian menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Aceh yang telah memberikan bantuan kepada Kepolisian sehingga kelompok teroris berhasil diungkap,” tandasnya.(kem)