
Buku yang berada ditangan anda merupakan buah karya penulis yang terobsesi oleh semangat pembaharuan terhadap perjalanan birokrasi dinegeri ini. Menurut penulis, para birokrat dan sistem administrasi Negara kita masih berada dalam kondisi yang jauh dari netralitas bahkan terindikasi sebagai mesin politiknya partai partai politik yang berkuasa ..
Kepedulian penulis terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara , merupakan bagian dari sikap hidup penulis sebagai aktifis dakwah, pengamat politik, pendiri partai politik Islam serta mantan anggota DPR RI.
Penggarapan buku ini memakan waktu yang cukup lama, hampir selama kurun waktu 3 tahun, yang diawali pada saat penulis mendapat kesempatan mengikuti program Doktor (S3) Ilmu Sosial, kosentrasi Ilmu Pemerintahan Universitas Padjadjaran (Unpad) tahun 2005 dan selesai Desember 2008.
Penulisan buku ini, diinspirasikan oleh bahan-bahan dan materi kuliah baik secara teoritis (kajian pustaka) maupun kenyaataan dilapangan (empiris), khususnya yang mengangkut kehidupan Birokrasi dan sistem administrasi Pemerintahan kita, sesuai dengan materi disertasi penulis.
Ketertarikan penulis terhadap perilaku para birokrat yang hampir pada umumnya melakukan penyimpangan yang membuahkan Kolusi. Korupsi dan Nepotisme. (KKN), mendorong penulis untuk mencoba mengangkat topik desertasi “Pengaruh Perilaku Birokrat terhadap Program Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Dalam Rangka Penanggulangan Kemiskinan “ ( Kasus Provinsi DKI Jaklarta) .
Sekelumit data-data yang ditemukan penulis dari hasil penelitian tersebut telah menunjukkan bahwa program dan kebijakan Pemerintah dalam penanggulangan kemiskinan ternyata masih jauh dari keberhasilan.
Sebagai contoh misalnya, Pemerintah telah menambah anggaran penanggulangan kemiskinan dari semula Rp 18 triliun pada tahun 2004, menjadi Rp 23 triliun tahun 2005, kemudian menjadi Rp 42 Triliun tahun 2006, dan bertambah besar lagi menjadi Rp 51 triliun untuk Tahun 2007, dan tentunya sampai tahun 2009 sudah dapat dipastikan kenaikkan anggaran akan terus bertambah.
Sementara itu angka kemiskinan dan penggaruran dari tahun ketahun semakin meningkat. Seperti yang dikemukakan dalam laporan Survey Sosial Ekonomi Nasional Biro Pusat Statistik (Susenas BPS, 2007), bahwa jumlah dan persentase penduduk pada periode 1996-2006 berfluktuasi dari tahun ke tahun. Pada periode 1996-1999 jumlah penduduk miskin meningkat sebesar 13,96 juta karena krisis ekonomi, yaitu dari 34,01 juta pada tahun 1996 menjadi 47,97 pada tahun 1999. Persentase penduduk miskin meningkat dari 17,47 persen menjadi 23,43 persen pada periode yang sama.
Pada periode 2000-2005 jumlah penduduk miskin cenderung menurun dari 38,70 juta pada tahun 2000 menjadi 35,10 juta pada tahun 2005. secara relative terjadi penurunan persentase penduduk miskin dari 19,14 persen pada tahun 2000 menjadi 15,97 persen pada tahun 2005. Namun pada tahun 2006 terjadi kenaikan jumlah penduduk miskin drastis, yaitu 35,10 juta orang (15,97 persen) pada bulan Februari 2005 menjadi 39,30 juta (17,75 persen) pada bulan Maret 2006.
Jumlah penduduk miskin di Indonesia pada bulan Maret 2007 sebesar 37,17 juta orang (16,58 persen), dibandingkan dengan penduduk miskin pada Maret 2006 yang berjumlah 39,30 juta (17,75 persen), berarti jumlah penduduk miskin turun sebesar 2,13 juta. Meskipun demikian persentase penduduk miskin pada maret 2007 masih lebih tinggi dibandingkan keadaan Februari 2005, dimana persentase penduduk miskin sebesar 15,97 persen.
Pertanyaan yang kemudian timbul dalam upaya mencari pemecahan terhadap program penanggulangan kemiskinan ini adalah apakah kebijakan yang diterapkan selama ini tidak tepat, atau kebijakannya sudah tepat namun implementasinya tidak menyentuh sasaran usaha pemecahan program penenggulangan kemiskinan. Maka penulis lebih cenderung kepada implementasi yang menyimpang diakibatkan oleh perilaku para birokrat yang tidak sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan oleh Pemerintah.
Oleh karena ini betapa pentingnya fungsi dan peranan Birokrat dalam sistem admintrasi Pemerintahan, yang benar benar harus menjalankan fungsi dan peranannya sebagai abdi masyarakat (public services), bukan abdi kelompok atau golongan, apalagi menjadi mesin politiknya partai partai politik yang berkuasa, yang hanya akan mebuahkan praktek praktek KKN secara kelompok.
Buku yang berjudul : “Reformasi Birokrasi Menuju Pemerintahan Yang Bersih”, dengan sub judul “Telaah Kritis Terhadap Perjalanan Birokrasi di Indonesia”, selain hasil dari rangkaian pemikiran sebelumnya yang juga pernah penulis terbitkan dalam bentuk buku seperti; I am Fundamentalis An Ideological Reflektion on the Chalenges Facing The Muslims of Indonesia terbit pada November 2002, dan sejumlah buku serta kumpulan tulisan yang pernah di muat diberbagai mediamasa, merupakan hasil renungan dan pengalaman penulis didunia politik, organisasi gerakan Islam, aktivitas sosial kemasyarakatan, sebagai da’i, dan sebagai wiraswasta yang bergelut di dunia bisnis dan pendidikan tinggi, membuat penulis terpanggil untuk memberikan sumbangan pemikiran bagi kemaslahatan Bangsa dan Negara, khususnya umat Islam sebagai masyarakat terbesar dinegeri ini.
Buku ini, bagi penulis diharapkan dapat memberikan sumbangan dan kontribusi dalam usaha-usaha perubahan, perbaikan dan peningkatan birokrasi pemerintahan di negara kita, tidak saja menjadi maju dan modern, tapi juga beradab dan bermartabat, serta memberi kemanfaatan fungsi pelayanan yang berpihak kepada rakyat.(pro rakyat) .
Penulis menyadari, dengan kapasitas dan serasa waktu yang tersedia demikian terbatas, tentu isi buku ini masih jauh dari kesempurnaan dan syarat dengan kelemahan. Untuk itu penulis sangat terbuka untuk menerima kritik dan saran konstruktif, sehingga menjadikan titik tolak untuk keperluan perbaikan dalam penerbitan berikutnya.
Terima kasih penulis sampaikan kepada berbagai pihak, khususnya kepada istri tercinta dr. Hj Yoon Sumargono MSc , berserta anak anak yang selalu memberi dorongan serta semangat dalam mewujudkan buku ini.
Kepada sahabat dan kerabat penulis Bapak Maher Al Gadrie, Ir. H Abdul Azis, Jan Darmadi, H Sunarto, Dr. Mohammad Mulyadi M.Si, Dr Ujianto Singgih M.Si, Dr. Ir. Drajat H. Wibowo M.Si, teman teman dari aktivis Pusat Kajian Strategi Politik dan Pemerintahan (PKSPP) yang telah bersedia mencurahkan pikiran dan tenaga dalam meramu berbagai suntingan dari gagasan serta pemikiran penulis,
Wassalam
Jakarta 20 Mei 2009
Penulis,
Dr. H.Ahmad Sumargono S.E. M.M.
Harga : Rp. 60.000,-
Pesan/Order : Hubungi Pak Faris (0817 0169 220)